1 Januari: Dewa Janus, Jatuhnya Andalusia, dan Identitas Pelajar SMP IT Nurul Ilmi 2
Dewa Janus Dewa Peralihan Romawi Kuno yang diambil untuk Istilah Januari (Hari Pemujaan)
Tanggal 1 Januari dikenal luas sebagai Tahun Baru Masehi. Di banyak tempat, hari ini dirayakan dengan pesta dan euforia. Namun sejarah mencatat bahwa penetapan tanggal ini bukanlah sesuatu yang lahir dari nilai ketauhidan, melainkan berasal dari tradisi Romawi Kuno yang berkaitan dengan pemujaan Dewa Janus, diperkuat oleh keputusan politis Julius Caesar, hingga kemudian menyebar luas melalui penggunaan Kalender Gregorian sebagai bagian dari dominasi peradaban Barat.
Jauh sebelum itu, dunia Timur mengenal Nairuz (Nowruz), tahun baru Persia yang berasal dari tradisi Zoroastrianisme. Ketika Islam datang, Rasulullah ﷺ tidak membiarkan umat Islam larut dalam perayaan yang berasal dari keyakinan lain. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, penduduknya memiliki dua hari yang biasa mereka rayakan. Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.’” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menegaskan bahwa Islam tidak anti waktu, tetapi mengoreksi maknanya agar tidak terikat pada ritual dan simbol keyakinan lain. Sekaligus pentingnya ketegasan dalam penjagaan identitas. Umat Islam tidak diarahkan untuk mengikuti perayaan tahunan berbasis ritual dan simbol keimanan lain, baik itu hari raya Nairuz maupun bentuk serupa lainnya.
1 Januari dan Pembantaian Muslim Andalusia
Lukisan Masjid Agung Granada atau Great Mosque of Granada yang dihancurkan oleh Tentara Salib
Penyebaran kalender Masehi tidak dapat dipisahkan dari ekspansi Eropa Kristen melalui Perang Salib. Salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah Islam adalah jatuhnya Granada pada tahun 1492 M. Di Istana Alhambra, Sultan Muhammad XII (Abu Abdillah) menyerahkan kunci Kota Granada kepada penguasa Kristen, Raja Ferdinand II dari Aragon dan Ratu Isabella I dari Castile. Peristiwa ini bukan sekadar pergantian kekuasaan, melainkan titik akhir peradaban Islam Andalusia yang telah berjaya lebih dari tujuh abad.
Secara historis, proses penyerahan Granada dimulai pada 1 Januari 1492 dan secara resmi dinyatakan jatuh pada 2 Januari 1492. Setelah itu, tragedi kemanusiaan pun dimulai. Tidak hanya terjadi pembantaian, tetapi juga pemusnahan literatur Islam, penghancuran pusat-pusat keilmuan, serta perobohan dan alih fungsi masjid-masjid.
Setelah penyerahan tersebut, kaum Muslimin Andalusia mengalami pengkhianatan perjanjian. Terjadi pembantaian massal, pemaksaan pindah agama, dan pengusiran besar-besaran. Dalam berbagai catatan sejarah, jutaan kaum Muslimin dipaksa memilih antara mati atau meninggalkan tanah kelahiran mereka. Diperkirakan sekitar lima juta Muslim terbunuh, diusir, atau terusir dari Andalusia dalam rentang masa penaklukan dan Inkuisisi. Masjid diubah menjadi gereja, kitab-kitab dibakar, dan identitas Islam dihapus secara sistematis.
Memaknai Tahun Baru Masehi
Program Nuril Mengaji sebagai Penguatan Identitas Muslim
Peristiwa Andalusia ini menunjukkan bahwa kalender, simbol waktu, dan kekuasaan Barat kerap berjalan seiring dengan penindasan terhadap umat Islam. Maka bagi seorang Muslim, Tahun Baru Masehi bukan sekadar pergantian angka, tetapi juga pengingat sejarah panjang luka, perjuangan, dan mahalnya harga kehilangan identitas.
Allah SWT berfirman: وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, untuk apa dihabiskan.”
(HR. Tirmidzi)
Di sinilah pesan penting bagi siswa SMPIT Nurul Ilmi 2 Jambi. Memaknai pergantian tahun bukan dengan merayakan, tetapi dengan meneguhkan jati diri. Kalian adalah Muslim muda, generasi yang tidak boleh tercerabut dari sejarah dan identitasnya. Memaknai waktu berarti:
- bangga dengan identitas Islam,
- belajar sungguh-sungguh sebagai bentuk jihad intelektual,
- menjaga akhlak di tengah arus budaya global,
- serta menyadari bahwa masa depan umat dan bangsa ada di tangan kalian.
Kepala SMPIT Nurul Ilmi 2 Jambi, Dr. Saiin, M.Pd, mengajak seluruh peserta didik untuk tidak ikut merayakan Tahun Baru Masehi secara euforia, namun menjadikannya momen muhasabah dan penguatan karakter. Sejarah mengajarkan bahwa umat yang kehilangan identitas akan kehilangan segalanya.
Tahun boleh berganti.
Kalender boleh berbeda.
Namun Muslim muda yang sadar sejarah dan kuat iman adalah benteng terakhir umat dan bangsa.
Dari SMPIT Nurul Ilmi 2, semoga lahir generasi yang bangga menjadi Muslim, cerdas menghadapi zaman, dan siap memikul amanah peradaban.
DAFTAR PUSTAKA
1. Asal-usul Tahun Baru Masehi & Kalender Gregorian
Blackburn, B., & Holford-Strevens, L. (1999). The Oxford companion to the year. Oxford University Press.
Richards, E. G. (2013). Mapping time: The calendar and its history. Oxford University Press.
Salzman, M. R. (1990). On Roman time: The Codex-Calendar of 354 and the rhythms of urban life in late antiquity. University of California Press.
2. Nairuz (Nowruz) & Tradisi Pra-Islam
Boyce, M. (2001). Zoroastrians: Their religious beliefs and practices. Routledge.
Frye, R. N. (1963). The heritage of Persia. World Publishing Company.
3. Sikap Islam terhadap Hari Raya Non-Islam
Abu Dawud, S. ibn al-Ash‘ath. (n.d.). Sunan Abi Dawud (Kitab al-Shalat, Hadits no. 1134).
Al-Qaradawi, Y. (1995). Al-halal wa al-haram fi al-Islam. Maktabah Wahbah.
Ibn Taymiyyah. (1997). Iqtidha’ ash-shirath al-mustaqim: Mukhalafat ashab al-jahim. Dar ‘Alam al-Kutub.
4. Jatuhnya Granada & Tragedi Andalusia
Fletcher, R. (2006). Moorish Spain. University of California Press.
Harvey, L. P. (1990). Islamic Spain, 1250 to 1500. University of Chicago Press.
Menocal, M. R. (2002). The ornament of the world: How Muslims, Jews, and Christians created a culture of tolerance in medieval Spain. Little, Brown & Company.
Kamen, H. (1997). The Spanish Inquisition: A historical revision. Yale University Press.
Sekolah Islam Terpadu, Sekolah Terbaik Jambi, Sekolah Islam Jambi, Sekolah Islam Terbaik Jambi, Sekolah Unggulan Jambi, Sekolah Favorit Jambi
Share to :
SMP IT Nurul Ilmi 2